Tampilkan postingan dengan label DJCOM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DJCOM. Tampilkan semua postingan
HARI PAHLAWAN
72 tahun yang lalu, pada 10 Novemebr
1945, rakyat Indonesia terutama yang berada di wilayah Surabaya dan sekitarnya,
berjuang mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih bangsaa Indonesia pada 17
Agustus 1945. Kala itu, harta benda dan nyawa seolah tiada harganya
dibandingkan dengan kemerdekaan. Dengan semangat membara, mereka melawan
penindasan yang dilakukan oleh tentara asing kepada bangsa Indonesia. Bung Tomo
dengan menggebu-gebu mengobarkan api semangat yang semakin menyala-nyala.
Dengan bersenjatakan seadanya, arek-arek Surabaya berjuang mati-matian melawan
tentara sekutu. Sehingga jatuhlah ribuan korban dari rakyat Indonesia. Mayat
bergelimpangan di berbagai tempat. Perlawanan yang tidak seimbang dari
arek-arek Surabaya menyebabkan gugurnya ribuan pahlawan yang gagah berani.
Mereka tidaklah mati dengan sia-sia. Pengorbanan yang tidak ternilai, yang
mungkin tidak bisa lagi ditiru oleh rakyat sekarang, berbuah hasil yang bisa
dinikmati seluruh bangsa Indonesia, ialah kedaulatan bangsa.
Aplikasi Whatsapp di PC
Pada postingan terdahulu, sudah disampaikan
bagaimana cara buka WA di PC/Laptop. Namun, dengan cara itu saja
masih agak ribet. Pasalnya, harus buka chrome atau mozila atau browser dulu,
baru buka WA. Ekstensi WA di chrome atau
mozilla sepertinya belum dirilis. Tapi, pihak pembuat WA sudah menyediakan
aplikasi untuk windows. Tinggal klik lalu instal, ikuti petunjuk di
monitor/layar.
INDAHNYA KEBERSAMAAN
Kami
tidak kenal dengan benda yang sering kau pegang yang kalian sebut sebagai
gatget, android, i-phone atau yang lainnya. Mainan kami juga sederhana, hanya
main kelerenga, gasingan, prosotan, layangan hujan2an, lompat tali atau mainan
lain yang sangat sederhana dan tidak memerlukan biaya banyak. Tidak seperti
mainan kalian yang harganya mahal, seperti mobil2an, PS, atau benda mahal lain.
BEBAN GURU KELAS 6
Menjadi guru SD memang merupakan tugas mulia.
Sebagai guru haruslah bisa menjadi teladan bagi murid-muridnya baik dalam
pengetahuan, sikap, ketrampilan bahkan dalam segala hal. Murid akan melihat
keadaan gurunya dalam menjawab pertanyaan, dalam berpakaian, dalam berucap, pergaulannya
dengan guru-guru lainnya, bahkan dengan anak didiknya. Sebagai guru dituntut
untuk mempu mengajar dan mendidik di kelas manapun, baik kelas I, II sampai VI.
Namun, kenyataan di lapangan sangat berbeda dari idealnya sebagai seorang guru.
RINDUNYA DAN SESALKU
Namanya Kurniawan. Dia biasa dipanggil Wawan. Saat
itu dia duduk di kelas 6 SD. Dia terlahir dari keluarga yang ekonominya
pas-pasan. Ayahnya berasal dari Palembang dan Ibunya dari suku Sunda. Ada
masalah dalam keluarganya, namun tidak menjadikan kelauarga itu berantakan.
Keluarga tersebut termasuk keluarga besar dengan 8 anak.
Hampir setiap malam ketika dia di kelas IV tidur di
gubukku yang sangat sederhana. Terkadang juga Wawan membantuku dalam
membersihkan rumah, memasak, dan beberapa pekerjaan ringan lainnya. Dia
membantuku tanpa pamrih, tanpa mengharap imbalan apapun. Pada waktu luang pun
kami bersama teman-temannya pergi memancing, bermain, dan belajar tentunya. Pada siang hari, Wawan juga membantu pekerjaan
orang tuanya di kebun atau pekerjaan rumah lainnya.
GURU YANG DIRINDU
Guru, digugu dan ditiru, begitu kata
pepatah lama. Profesi guru berada di posisi terdepan dalam mendidik generasi
masa depan bangsa, bagaimana kompetensi dan karakter masyarakat di masa depan
merupakan hasil dari bagaimana seorang guru mendidik di masa sekarang. Guru
kencing berdiri murid kencing berlari, pepatah tersebut menggambarkan bahwa
bagaimana karakter seorang guru akan sangat berpengaruh kepada karakter
muridnya .
Di balik tumpukan draft kurikulum yang
terus berganti, sarana sekolah yang mayoritas belum memadai, dan kesejahteraan
yang belum merata, sosok guru menjadi peran sentral kemajuan pendidikan di
negeri ini. Tidak hanya berdiri setiap hari di depan peserta didik memberikan
pengajaran atau menyelesaikan berbagai tuntutan administrasi yang tidak
sedikit, seorang guru juga dituntut menjadi teladan kehidupan bagi murid.
Apakah kita telah menjadi guru yang benar-benar menjalankan amanah tersebut
dengan baik?
GURU INSPIRATIF
repost from menjadi guru yang inspiratif
Guru kurikulum mengajar sesuai apa yang diacu atau sesuai standarnya, sedangkan guru inspiratif mengajar siswanya dengan sesuatu yang membuat siswanya kreatif dan termotivasi. Menurut artikel tersebut, kita jarang menemukan guru yang inspiratif ini, kebanyakan guru menjadi guru yang habitual (kebiasaan-tradisi) saja.
GOOD BYE
Waktu berjalan sangatlah cepat. 4 tahun berlalu seperti beberapa hari kemarin. Waktu itu kalian yang kelas 5 masih di kelas 1, sedangkan kalian yang kelas 6 masih di kelas 2. Seiring dengan waktu kita lalui kebersamaan di SD ini. Bersama-sama untuk melaksanakan tugas dan kewajiban kita masing-masing. Baik dalam keadaan gembira maupun gelisah, kita lalui proses belajar mengajar. Sehingga yang dulu masih kelas 1 sekarang sudah di kelas 5.
Langganan:
Postingan (Atom)










